Minggu, 23 Maret 2014

Press Release Pra-Upgrading DPM Fateta "Menjadi Kapas Merah"

Rinai hujan yang terus menderas pagi 23 Maret 2014 ini tak menghentikan langkah kami untuk tetap mengadakan pra-upgrading DPM Fateta IPB yang telah direncanakan sebelumnya. Awalnya, tempat pelaksanaan yang oleh Komisi Kapak Merah (Komisi Internal DPM Fateta-red) adalah halaman Rumah Kapas Merah (itu nama sekretariat kami untuk tahun ini-red), sayangnya rintik hujan yang membasahi rerumputan di halaman tidak memungkinkan kami untuk melaksanakan acara di sana. Jadilah acara dilaksanakan di Koridor Fateta, di sisi timurnya. Perlengkapan logistik pun dipasang, jarkoman pemindahan tempat juga disebar. Akhirnya, tepat pukul 08.30 WIB acara dimulai.

Master of Ceremony dadakan untuk acara ini adalah Ilham Marvie atau yang biasa dipanggil Marvie, beliau adalah Ketua Komisi Kapak Merah. Acara dibuka olehnya dengan membaca basmala dan jargon kebanggaan insan legislatif. Selanjutnya yaitu pembacaan ayat suci Al-Qur’an (QS Ash-Shaf: 1-4) oleh Yoga Armando, yang merupakan ketua pelaksana Pra-upgrading dan Upgrading DPM-F. Hal-hal inti pun dimulai, yaitu penyampaian materi oleh pembicara dari anggota Forum Indonesia Muda (FIM), Kak Dimas Surya Utama. Materi yang beliau sampaikan berkaitan dengan Self Management. Banyak hal yang didapat peserta dari materi ini, terutama tentang mengenal diri sendiri, bagaimana meningkatkan kelebihan yang telah dimiliki, manajemen amanah, dan sebagainya. Materi disampaikan dengan banyak simulasi keadaan yang membuat peserta termotivasi untuk terus memperhatikan. Selain itu ada juga 3 personel dari FIM yang membantu pelaksanaan materi ini.

Pembicara selanjutnya adalah Kak Gugi Yogaswara. Masih dari  organisasi yang sama dengan kak Dimas. Beliau juga merupakan ketua BEM-F tahun 2012. Penyampaian materi dilakukan dengan bedah film “12 Angry Men” karya Henry Fonda, sebuah film yang diproduksi pada tahun 1957 dan mengisahkan tentang 12 lelaki yang sedang menjadi juri untuk menentukan bersalah atau tidaknya seorang anak dengan latar belakang broken home dan tumbuh di lingkungan kumuh yang didakwa membunuh ayah kandungnya yang telah menyiksanya sejak ia berusia 5 tahun. Dua belas lelaki ini memiliki perbedaan karakter yang unik dan menggambarkan jenis-jenis karakter yang umum ditemukan dalam kehidupan ini. Oleh karena itu, film ini sangat relevan untuk mengkaji masalah yang sering kali terjadi pada DPM-F. Nilai-nilai awareness terhadap diskusi yang sehat juga termaktub dalam film ini. Peserta sendiri terlihat menikmati sesi ini dengan wajah bahagia dan juga dengan donat bateng serta teh kotak yang disediakan panitia.

Acara terus berlanjut dengan penugasan untuk sesi up-grading. Ya, tiap peserta diharuskan untuk memberikan hadiah yang bernilai antara Rp. 5.000,00- Rp. 30.000,00 pada peserta lain yang namanya telah ditentukan oleh panitia. Hadiah yang diberikan haruslah bermanfaat dan bermakna bagi peserta yang dituju. Seperti yang telah direncanakan, acara pun selesai pada pukul 12.00. Masih dengan gelapnya langit dan derai hujan. Sama halnya dengan pembukaan, acara ditutup dengan jargon 

VIVA LEGISLATIVA!

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html